Sunday, March 29, 2020

BLOG APS MINGGUAN 5 - Perancangan Sistem

Aip gais Minggu ini kita akan membahas materi tentang tahapan perancangan sistem secara umum, kendala dalam perancangan sistem, metode memperoleh data dan informasi, serta membahas tentang Rapid Application Development (RAD)

 1. Perancangan Sistem Secara Umum

     Umumnya, tahapan perancangan sistem terbagi atas 
  • Perancangan Ouput
     Adalah perancangan untuk mengolah data menjadi output informasi yang berkualitas dan menguntungkan. Ada dua tipe output, yaitu output internal dan eksternal. Output internal yaitu output yang dihasilkan digunakan dalam lingkungan organisasi pemakai, sedangkan output eksternal digunakan untuk informasi diluar organisasi pemakai sistem.

     Langkah-langkah perancangan sistem output  :

- Menentukan kebutuhan output dari sistem yang baru
- Menentukan rancangan output berdasarkan DFD sistem yang telah dibuat
- Menentukan parameter output 
    

     Tujuan yang harus dicapai penganalis sistem saat merancang output :











1. Merancang ouput untuk tujuan tertentu
2. Membuat output bermanfaat bagi para pengguna
3. Mengirimi jumlah output yang tepat
4. Menyediakan distribusi output yang tepat
5. Menyediakan output yang tepat waktu
6. Memilih metode output yang paling efektif.

  • Perancangan Input
     Input (Masukan) adalah awal dari terjadinya proses informasi. Mentahan dari suatu informasi adalah data data yang dikumpulkan saat terjadinya proses transaksi. Data mentah tersebutlah yang akan menjadi input untuk kemudian diolah menjadi informasi yang berguna (Output) 

     Tujuan dari dilakukannya perancangan input adalah

1. Untuk mengefektifkan biaya pemasukan data
2. Untuk meningkatkan keaukaratan data
3. Menjamin pemasukkan data yang dapat diterima dan dimengerti pemakai

     Proses melakukan input dibagi menjaddi 2, yaitu input secara langsung dan tidak langsung.

  Input data secara langsung :

- Data Capture (Penangkapan data)
- Data Entry (Pemasukan data)

  Secara tidak langsung :
- Data Capture (Penangkapan Data)
- Penyiapan Data
- Pemasukan Data (Entry Data)

     Ada 2 tipe input, yaitu input internal dan input eksternal. Input internal adalah input data yang diperoleh dari proses komunikasi antara pengguna sistem dengan sistem itu sendiri. Sedangkan input eksternal adalah pemasukkan data yang datanya berasal dari luar organisasi pemakai sistem.
  • Perancangan Proses
     
     Tujuan dari Perancangan Proses Sistem yaitu untuk menjaga agar proses data lancar dan teratur sehingga menghasilkan informasi yang benar dan untuk mengawasi proses dari sistem. Perancangan Proses Sistem ini bisa digambarkan dengan Sistem Flowchart atau DFD (Data Flow Diangram) dan lain-lain. Prosesnya Real Time, Batch, Online, Offline.
  • Perancangan Database
     Basis data (bahasa kerennya Database) adalah kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation) dengan tatacara yang tertentu untuk membentuk data baru atau informasi, dan suatu waktu dapat kita buka/lihat menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh data dan informasi dari basis data tersebut. Database atau dalam bahasa Indonesia adalah Penerapan Database dalam Sistem Informasi disebut degan database system. Sistem basis data atau database system adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan data data yang saling berhubungan satu sama lain.

  • Perancangan Kontrol
     Perancangan kontrol merupakan bagian desain dari perancangan sistem yang memiliki tujuan agar keberadaan sistem setelah diimplementasi dapat memiliki keandalan dalam mencegah kesalahan, kerusakan, serta kegagalan yang terjadi dalam sistem. Jenis jenis kontrol yaitu pencegahan, pendeteksian, dan pengkoreksian
  • Perancangan Jaringan

     Langkah-langkahnya yaitu :
  1. Membuat segmen bidang usaha (berdasarkan geografis, departemen, bangunan, lantai, dsb).
  2. Membuat sebuah model LAN
  3. Mengevaluasi LAN untuk menentukan apakah mereka cocok untuk tiap segmen diseluruh usaha
  4. Interkoneksi segmen-segmen jaringan


  • Perancangan Komputer 
      Merupakan konsep perencanaan dan struktur operasi dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer mengandung 3 kategori :

1. Set Instruksi 
2. Arsitektur mikro dari Set Instruktur komputer itu sendiri
3. Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer


2. Kendala dalam merancang sistem
     
     Dalam merancang suatu sistem, pasti ada saja kendala yang dialami. beberapa kendala tersebut diantaranya
  • Biaya
     Membangun sebuah sistem baru tentunya butuh biaya yang tidak sedikit, apalagi jika dalam proses perancangan dan pembangunannya tidak efektif. Untuk itu, analisis dan desain sistem yang baik sangat dibutuhkan sebelum sistem tersebut mulai dibangun.
  • Komunikasi
     Komunikasi juga dapat menjadi tantangan dalam perancangan sistem. Terkadang seorang analis bisa saja salah menginterpretasikan keinginan dan kebutuhan klien, sehingga dalam analisis dan desain sistem terkendala.
  • Fasilitas dan sumber daya yang tidak memadai
     Biaya bisa dipenuhi, komunikasi sudah sesuai, namun apabila fasilitas perusahaan dan sumber daya perusahaan tersebut tidak memadai, maka akan terjadi kendala dalam perancangan, pembangunan, dan pengimplementasian sistem tersebut.

3. Metode pengumpulan data
      
     Untuk merancang suatu sistem tentu saja dibutuhkan data data dan informasi. Tentunnya untuk memperoleh data dan informasi dibutuhkan metode metode khusus. Metode-metode untuk memperoleh data diantaranya sebagai berikut :
  1. Kuesioner atau Angket
          Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden. Jawaban responden atas semua pertanyaan dalam kuesioner dikumpulkan kemudian dicatat/direkam
  2. Observasi atau Pengamatan
          Pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa. Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik
  3. Wawancara
          Pengambilan data melalui wawancara /secara lisan langsung dengan sumber data (narasumber) nya, baik melalui tatap muka atau lewat telephone (teleconference). Jawaban responden direkam dan dirangkum sendiri oleh peneliti.
  4. Studi Dokumen
          Pengambilan data melalui studi dokumen tertulis mamupun elektronik dari lembaga/institusi. Dokumen diperlukan untuk mendukung kelengkapan data yang lain.
4. Rapid Application Development (RAD)

Definisi RAD

     Rapid Application Development atau disingkat RAD dalam bahasa indonesia artinya Pengembangan Aplikasi Cepat. Menurut Mcleod, Rapid Application Development (RAD) adalah strategi siklus hidup yang ditujukan untuk menyediakan pengembangan yang jauh lebih cepat dan mendapatkan hasil dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang dicapai melalui siklus tradisional (2002). Menurut Bentley, RAD merupakan gabungan dari bermacam-macam teknik terstruktur dengan teknik prototyping dan teknik pengembangan joint application untuk mempercepat pengembangan sistem/aplikasi (2004). Dapat dilihat dari peryataan diatas, metode RAD lebih memfokuskan ke pengembangan sistem yang singkat serta lebih memfokuskan ke model pengembangan adaptasi sesuai keadaan daripada planning yang matang disaat awal perancangan. Metode RAD ini cocok digunakan jika dibutuhkan suatu sistem baru untuk menyokong/membantu fungsi/proses bisnis baru dari suatu perusahaan.

Tahapan RAD

     Menurut Kendall (2010), terdapat tiga fase dalam RAD yang melibatkan penganalisis dan pengguna dalam tahap penilaian, perancangan, dan penerapan. Adapun ketiga fase tersebut adalah

1. Perencanaan Syarat-Syarat

      Dalam fase ini, pengguna dan penganalisis bertemu untuk mengidentifikasikan tujuan-tujuan aplikasi atau sistem serta untuk megidentifikasikan syarat-syarat informasi yang ditimbulkan dari tujuan-tujuan tersebut. Orientasi dalam fase ini adalah menyelesaikan masalah-masalah perusahaan.

2. Workshop Desain RAD
      Fase ini adalah fase untuk merancang dan memperbaiki yang bisa digambarkan sebagai workshop. Penganalisis dan dan pemrogram dapat bekerja membangun dan menunjukkan representasi visual desain dan pola kerja kepada pengguna. Workshop desain ini dapat dilakukan selama beberapa hari tergantung dari ukuran aplikasi yang akan dikembangkan.

3. Implementasi
     Pada fase implementasi ini, penganalisis bekerja dengan para pengguna secara intens selama workshop dan merancang aspek-aspek bisnis dan nonteknis perusahaan. Segera setelah aspek-aspek ini disetujui dan sistem-sistem dibangun dan disaring, sistem-sistem baru atau bagian dari sistem diujicoba dan kemudian diperkenalkan kepada organisasi (Kendall, 2010).

Keunggulan dan Kelemahan RAD

Keunggulan :
  • Proses pengembangan lebih cepat
  • Biaya lebih murah
  • Perubahan desain sistem dapat lebih berpengaruh dengan cepat dibandingkan dengan pendekatan SDLC tradisional.
  • Sudut pandang user disajikan dalam sistem akhir baik melalui fungsi-fungsi sistem atau antarmuka pengguna.
Kelemahan :
  • Kemungkinan kualitas lebih rendah
  • Penganalisis berusaha mepercepat projek dengan terburu-buru
  • Tidak cocok untuk keperluan jangka panjang 
  • Menyulitkan programmer yang tidak berpengalaman menggunakan prangkat ini di mana programmer dan analyst dituntut untuk menguasai kemampuan-kemampuan baru sementara pada saat yang sama mereka harus bekerja mengembangkan sistem.




 



REFERENSI :
http://catatanimam20.blogspot.com/2012/10/analisa-perancangan-output-dan-input.html
https://ismant0.wordpress.com/2012/12/01/perancangan-dan-pengembangan-sistem/
https://piyaneo.wordpress.com/2014/05/10/rapid-application-development-rad/

No comments:

Post a Comment