Wednesday, June 3, 2020

BLOG APS MINGGUAN 6 - UNIFIED MODELLING LANGUAGE



APA ITU UNIFIED MODELLING LANGUAGE?

      Unified modelling language, atau biasa disingkat UML, adalah ‘bahasa’ pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma ‘berorientasi objek”. Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami (Nugroho,2010). UML memberikan standar penulisan sebuah sistem blueprint, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam software.

      UML tidak hanya merupakan sebuah bahasapemograman visual saja, namun juga dapat secara langsung dihubungkan ke berbagai bahasa pemograman,seperti JAVA, C++, Visual Basic, atau bahkan dihubungkan secara langsung ke dalam sebuah object-oriented database. UML juga dapat digunakan untukmodeling aplikasi prosedural dalam VB atau C. Begitu juga mengenai pen-dokumentasian, dapat dilakukan seperti; requirements, arsitektur,design,source code, project plan,tests, dan prototypes

SEDIKIT SEJARAH UML...

      Sampai era tahun 1990 terdapat puluhan metodologi pemodelan berorientasi objek bermunculan di dunia. Diantaranya adalah metodologi booch, metodologi coad, metodologi OOSE, metodologi OMT, metodologi shlaer-mellor, metodologi wirfs-brock, dsb.

      Masa itu terkenal dengan masa perang metodologi(method war ) dalam perancangan berorientasi objek. Masing-masing metodologi membawa notasi sendiri-sendiri, yang mengakibatkan timbul masalah baru apabilakita bekerjasama dengan group/perusahaan lain yang menggunakan metodologi yang berlainan.

      Perkembangan UML Dimulai pada bulan Oktober 1994 Booch, Rumbaugh dan Jacobson, mempelopori usaha untuk penyatuan metodologi perancangan berorientasi objek. Proyek ini memfokuskan pada penyatuan metode booch dan Rumbaugh(OMT). Pada bulan October 1995, UML merilis versi 0.8 dan pada waktu yang sama juga Jacobson bergabung dengan Relational. Cakupan dari UML pun semakin meluas. Kemudian dibangunlah persatuan untuk UML dengan beberapa organisasi yang akan menyumbangkan sumber dayanya untuk bekerja, mengembangkan,dan melengkapi UML. Banyak partner yang berkontribusi pada UML 1.0, diantaranya Digital Equipment Corporation, Hawlett-Packard, I-Logix, IBM, ICON Computing, MCI systemhouse, Microsoft, Oracle, Relation, Texas Insturments dan Unisys. Dari kolaborasi ini dihasilkan UML 1.0 pada bulan Januari 1997.

      Pada bulan Desember 1997 dirilis UML versi 1.1, dengan 8 buah diagram, yaitu :

  1. Use case diagram
  2. Activity Diagram
  3. Sequence diagram
  4. Collaboration diagram
  5. Class diagram
  6. Statechart diagram
  7. Component diagram
  8. Deployment diagram

     Kemudian, dilakukan revisi-revisi minor dengan rilisnya UML versi 1.2, 1.3, 1.4, dan 1.5. Pada tahun 2005, UML versi 2.0 dirilis, dan merupakan pembaruan besar terhadap UML. Terdapat total 13 diagram dalam versi ini yaitu

  1. Use Case Diagram
  2. Activity Diagram
  3. Sequence Diagram
  4. Communication Diagram (Collaboration diagram in versi 1.x)
  5. Class Diagram
  6. State Machine Diagram (Statechart diagram in versi 1.x)
  7. Component Diagram
  8. Deployment Diagram
  9. Composite Structure Diagram
  10. Interaction Overview Diagram
  11. Object Diagram
  12. Package Diagram
  13. Timing Diagram

     Sampai saat ini (Juni 2020),versi terbaru dari UML adalah versi 2.5.1 yang dirilis pada tahun 2017

Use Case Diagram


      Menggambarkan sejumlah external actors dan hubungannya ke use case yang diberikan oleh sistem. Use case adalah deskripsi fungsi yang disediakan oleh sistem dalam bentuk teks sebagai dokumentasi dari use case symbol namun dapat juga dilakukan dalam activity diagrams. Use case digambarkan hanya yang dilihat dari luar oleh actor (keadaan lingkungan sistem yang dilihat user) dan bukan bagaimana fungsi yang ada di dalam sistem.

Class Diagram

     Adalah sebuah diagram yang menjelaskan hubungan antar class dalam sebuah sistem yang sedang dibuat dan menjelaskan bagaimana caranya agar mereka saling berkolaborasi. Diagram ini terdiri dari class, interface, association, dan collaboration

Activity Diagram

     
Diagram ini menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktifitas lainnya seperti use case atau interaksi.

Sequence Diagram

      Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan.

Collaboration Diagram

      Diagram ini menggambarkan kolaborasi dinamis seperti sequence diagrams. Dalam menunjukkan pertukaran pesan, collaboration diagrams menggambarkan object dan hubungannya (mengacu ke konteks). Jika penekannya pada waktu atau urutan gunakan sequence diagrams, tapi jika penekanannya pada konteks gunakan collaboration diagram.

Component Diagram

     Menggambarkan struktur fisik kode dari komponent. Komponent dapat berupa source code, komponent biner, atau executable component. Sebuah komponent berisi informasi tentang logic class atau class yang diimplementasikan sehingga membuat pemetaan dari logical view ke component view.

Deployment Diagram
      Deployment/physical diagram menggambarkan detail bagaimana komponen di-deploy dalam infrastruktur sistem, di mana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal. Sebuah node adalah server, workstation, atau piranti keras lain yang digunakan untuk men-deploy komponen dalam lingkungan sebenarnya.

Statechart Diagram
      Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat dari stimuli yang diterima. Pada umumnya statechart diagram menggambarkan class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart diagram). Dalam UML, state digambarkan berbentuk segiempat dengan sudut membulat dan memiliki nama sesuai kondisinya saat itu. Transisi antar state umumnya memiliki kondisi guard yang merupakan syarat terjadinya transisi yang bersangkutan, dituliskan dalam kurung siku. Action yang dilakukan sebagai akibat dari event tertentu dituliskan dengan diawali garis miring. Titik awal dan akhir digambarkan berbentuk lingkaran berwarna penuh dan berwarna setengah.

CARA MENGGUNAKAN UML...?

      Kita telah mengetahui kegunaan UML dan diagram-diagram yang digunakan di dalam UML. Berikut ini adalah tips dalam mengembangkat suatu perangkat lunak menggunakan UML

     Langkah-Langkah Penggunaan UML
1. Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan aktivitas dan proses yang mungkin muncul.

2. Petakan use case untuk tiap business process untuk mendefinisikan dengan tepat fungsionalitas yang harus disediakan oleh sistem. Kemudian perhalus use case diagram dan lengkapi dengan requirement, constraints dan catatan-catatan lain.

3. Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.

4. Definisikan requirement lain (non-fungsional, security dan sebagainya) yang juga harus disediakan oleh sistem.

5. Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagram.

6. Definisikan objek-objek level atas (package atau domain) dan buatlah sequence dan/atau collaboration diagram untuk tiap alir pekerjaan. Jika sebuah use case memiliki kemungkinan alir normal dan error, buatlah satu diagram untuk masing-masing alir.

7. Buatlah rancangan user interface model yang menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk menjalankan skenario use case.

8. Berdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah class diagram. Setiap package atau domain dipecah menjadi hirarki class lengkap dengan atribut dan metodanya. Akan lebih baik jika untuk setiap class dibuat unit test untuk menguji fungsionalitas class dan interaksi dengan class lain.

9. Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokan class menjadi komponen-komponen. Karena itu buatlah component diagram pada tahap ini. Juga, definisikan tes integrasi untuk setiap komponen meyakinkan ia berinteraksi dengan baik.

10. Perhalus deployment diagram yang sudah dibuat. Detilkan kemampuan dan requirement piranti lunak, sistem operasi, jaringan, dan sebagainya. Petakan komponen ke dalam node.

11. Mulailah membangun sistem. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan :
• Pendekatan use case, dengan meng-assign setiap use case kepada tim pengembang tertentu untuk mengembangkan unit code yang lengkap dengan tes.
• Pendekatan komponen, yaitu meng-assign setiap komponen kepada tim pengembang tertentu.

12. Lakukan uji modul dan uji integrasi serta perbaiki model berserta codenya. Model harus selalu sesuai dengan code yang aktual.

13. Piranti lunak siap dirilis.






Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat bermanfaat ^^

Sunday, March 29, 2020

BLOG APS MINGGUAN 5 - Perancangan Sistem

Aip gais Minggu ini kita akan membahas materi tentang tahapan perancangan sistem secara umum, kendala dalam perancangan sistem, metode memperoleh data dan informasi, serta membahas tentang Rapid Application Development (RAD)

 1. Perancangan Sistem Secara Umum

     Umumnya, tahapan perancangan sistem terbagi atas 
  • Perancangan Ouput
     Adalah perancangan untuk mengolah data menjadi output informasi yang berkualitas dan menguntungkan. Ada dua tipe output, yaitu output internal dan eksternal. Output internal yaitu output yang dihasilkan digunakan dalam lingkungan organisasi pemakai, sedangkan output eksternal digunakan untuk informasi diluar organisasi pemakai sistem.

     Langkah-langkah perancangan sistem output  :

- Menentukan kebutuhan output dari sistem yang baru
- Menentukan rancangan output berdasarkan DFD sistem yang telah dibuat
- Menentukan parameter output 
    

     Tujuan yang harus dicapai penganalis sistem saat merancang output :











1. Merancang ouput untuk tujuan tertentu
2. Membuat output bermanfaat bagi para pengguna
3. Mengirimi jumlah output yang tepat
4. Menyediakan distribusi output yang tepat
5. Menyediakan output yang tepat waktu
6. Memilih metode output yang paling efektif.

  • Perancangan Input
     Input (Masukan) adalah awal dari terjadinya proses informasi. Mentahan dari suatu informasi adalah data data yang dikumpulkan saat terjadinya proses transaksi. Data mentah tersebutlah yang akan menjadi input untuk kemudian diolah menjadi informasi yang berguna (Output) 

     Tujuan dari dilakukannya perancangan input adalah

1. Untuk mengefektifkan biaya pemasukan data
2. Untuk meningkatkan keaukaratan data
3. Menjamin pemasukkan data yang dapat diterima dan dimengerti pemakai

     Proses melakukan input dibagi menjaddi 2, yaitu input secara langsung dan tidak langsung.

  Input data secara langsung :

- Data Capture (Penangkapan data)
- Data Entry (Pemasukan data)

  Secara tidak langsung :
- Data Capture (Penangkapan Data)
- Penyiapan Data
- Pemasukan Data (Entry Data)

     Ada 2 tipe input, yaitu input internal dan input eksternal. Input internal adalah input data yang diperoleh dari proses komunikasi antara pengguna sistem dengan sistem itu sendiri. Sedangkan input eksternal adalah pemasukkan data yang datanya berasal dari luar organisasi pemakai sistem.
  • Perancangan Proses
     
     Tujuan dari Perancangan Proses Sistem yaitu untuk menjaga agar proses data lancar dan teratur sehingga menghasilkan informasi yang benar dan untuk mengawasi proses dari sistem. Perancangan Proses Sistem ini bisa digambarkan dengan Sistem Flowchart atau DFD (Data Flow Diangram) dan lain-lain. Prosesnya Real Time, Batch, Online, Offline.
  • Perancangan Database
     Basis data (bahasa kerennya Database) adalah kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation) dengan tatacara yang tertentu untuk membentuk data baru atau informasi, dan suatu waktu dapat kita buka/lihat menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh data dan informasi dari basis data tersebut. Database atau dalam bahasa Indonesia adalah Penerapan Database dalam Sistem Informasi disebut degan database system. Sistem basis data atau database system adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan data data yang saling berhubungan satu sama lain.

  • Perancangan Kontrol
     Perancangan kontrol merupakan bagian desain dari perancangan sistem yang memiliki tujuan agar keberadaan sistem setelah diimplementasi dapat memiliki keandalan dalam mencegah kesalahan, kerusakan, serta kegagalan yang terjadi dalam sistem. Jenis jenis kontrol yaitu pencegahan, pendeteksian, dan pengkoreksian
  • Perancangan Jaringan

     Langkah-langkahnya yaitu :
  1. Membuat segmen bidang usaha (berdasarkan geografis, departemen, bangunan, lantai, dsb).
  2. Membuat sebuah model LAN
  3. Mengevaluasi LAN untuk menentukan apakah mereka cocok untuk tiap segmen diseluruh usaha
  4. Interkoneksi segmen-segmen jaringan


  • Perancangan Komputer 
      Merupakan konsep perencanaan dan struktur operasi dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer mengandung 3 kategori :

1. Set Instruksi 
2. Arsitektur mikro dari Set Instruktur komputer itu sendiri
3. Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer


2. Kendala dalam merancang sistem
     
     Dalam merancang suatu sistem, pasti ada saja kendala yang dialami. beberapa kendala tersebut diantaranya
  • Biaya
     Membangun sebuah sistem baru tentunya butuh biaya yang tidak sedikit, apalagi jika dalam proses perancangan dan pembangunannya tidak efektif. Untuk itu, analisis dan desain sistem yang baik sangat dibutuhkan sebelum sistem tersebut mulai dibangun.
  • Komunikasi
     Komunikasi juga dapat menjadi tantangan dalam perancangan sistem. Terkadang seorang analis bisa saja salah menginterpretasikan keinginan dan kebutuhan klien, sehingga dalam analisis dan desain sistem terkendala.
  • Fasilitas dan sumber daya yang tidak memadai
     Biaya bisa dipenuhi, komunikasi sudah sesuai, namun apabila fasilitas perusahaan dan sumber daya perusahaan tersebut tidak memadai, maka akan terjadi kendala dalam perancangan, pembangunan, dan pengimplementasian sistem tersebut.

3. Metode pengumpulan data
      
     Untuk merancang suatu sistem tentu saja dibutuhkan data data dan informasi. Tentunnya untuk memperoleh data dan informasi dibutuhkan metode metode khusus. Metode-metode untuk memperoleh data diantaranya sebagai berikut :
  1. Kuesioner atau Angket
          Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden. Jawaban responden atas semua pertanyaan dalam kuesioner dikumpulkan kemudian dicatat/direkam
  2. Observasi atau Pengamatan
          Pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa. Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik
  3. Wawancara
          Pengambilan data melalui wawancara /secara lisan langsung dengan sumber data (narasumber) nya, baik melalui tatap muka atau lewat telephone (teleconference). Jawaban responden direkam dan dirangkum sendiri oleh peneliti.
  4. Studi Dokumen
          Pengambilan data melalui studi dokumen tertulis mamupun elektronik dari lembaga/institusi. Dokumen diperlukan untuk mendukung kelengkapan data yang lain.
4. Rapid Application Development (RAD)

Definisi RAD

     Rapid Application Development atau disingkat RAD dalam bahasa indonesia artinya Pengembangan Aplikasi Cepat. Menurut Mcleod, Rapid Application Development (RAD) adalah strategi siklus hidup yang ditujukan untuk menyediakan pengembangan yang jauh lebih cepat dan mendapatkan hasil dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang dicapai melalui siklus tradisional (2002). Menurut Bentley, RAD merupakan gabungan dari bermacam-macam teknik terstruktur dengan teknik prototyping dan teknik pengembangan joint application untuk mempercepat pengembangan sistem/aplikasi (2004). Dapat dilihat dari peryataan diatas, metode RAD lebih memfokuskan ke pengembangan sistem yang singkat serta lebih memfokuskan ke model pengembangan adaptasi sesuai keadaan daripada planning yang matang disaat awal perancangan. Metode RAD ini cocok digunakan jika dibutuhkan suatu sistem baru untuk menyokong/membantu fungsi/proses bisnis baru dari suatu perusahaan.

Tahapan RAD

     Menurut Kendall (2010), terdapat tiga fase dalam RAD yang melibatkan penganalisis dan pengguna dalam tahap penilaian, perancangan, dan penerapan. Adapun ketiga fase tersebut adalah

1. Perencanaan Syarat-Syarat

      Dalam fase ini, pengguna dan penganalisis bertemu untuk mengidentifikasikan tujuan-tujuan aplikasi atau sistem serta untuk megidentifikasikan syarat-syarat informasi yang ditimbulkan dari tujuan-tujuan tersebut. Orientasi dalam fase ini adalah menyelesaikan masalah-masalah perusahaan.

2. Workshop Desain RAD
      Fase ini adalah fase untuk merancang dan memperbaiki yang bisa digambarkan sebagai workshop. Penganalisis dan dan pemrogram dapat bekerja membangun dan menunjukkan representasi visual desain dan pola kerja kepada pengguna. Workshop desain ini dapat dilakukan selama beberapa hari tergantung dari ukuran aplikasi yang akan dikembangkan.

3. Implementasi
     Pada fase implementasi ini, penganalisis bekerja dengan para pengguna secara intens selama workshop dan merancang aspek-aspek bisnis dan nonteknis perusahaan. Segera setelah aspek-aspek ini disetujui dan sistem-sistem dibangun dan disaring, sistem-sistem baru atau bagian dari sistem diujicoba dan kemudian diperkenalkan kepada organisasi (Kendall, 2010).

Keunggulan dan Kelemahan RAD

Keunggulan :
  • Proses pengembangan lebih cepat
  • Biaya lebih murah
  • Perubahan desain sistem dapat lebih berpengaruh dengan cepat dibandingkan dengan pendekatan SDLC tradisional.
  • Sudut pandang user disajikan dalam sistem akhir baik melalui fungsi-fungsi sistem atau antarmuka pengguna.
Kelemahan :
  • Kemungkinan kualitas lebih rendah
  • Penganalisis berusaha mepercepat projek dengan terburu-buru
  • Tidak cocok untuk keperluan jangka panjang 
  • Menyulitkan programmer yang tidak berpengalaman menggunakan prangkat ini di mana programmer dan analyst dituntut untuk menguasai kemampuan-kemampuan baru sementara pada saat yang sama mereka harus bekerja mengembangkan sistem.




 



REFERENSI :
http://catatanimam20.blogspot.com/2012/10/analisa-perancangan-output-dan-input.html
https://ismant0.wordpress.com/2012/12/01/perancangan-dan-pengembangan-sistem/
https://piyaneo.wordpress.com/2014/05/10/rapid-application-development-rad/

Sunday, March 22, 2020

BLOG APS MINGGUAN 4

Artikel ini asdalah lanjutan dari artikel minggu lalu, silahkan dibaca artikel sebelumnya

Analisis Distribusi Pekerjaan
     Menunjukkan distribusi beban dari  masing masing personel atau unit organisasi menangan kegiatan yang sama
Analisis Keandalan
     Menunjukkan seberapa banyak kesalahan yanng dilakukan sistem dalam menjalankan suatu kegiatan. Semakin sedikit kesalahan yanng dilakukann,  semakin handal sistem tersebut


LAPORAN HASIL ANALISIS
     Setelah melakukan analisis, selanjutnya adalah membuat laporan mengenai hasil analisis kita. Isi dari laporan anlisis adalah sebagai berikut
  1. Uraian alasan dan batasan analisis
  2. Deskripsi sisyem yang ada dan operasinya
  3. Objektif dan kendala
  4. Masalah yang belum teratasi
  5. Uraian tentang asumsi2 yang diambil analis sistem selama proses analisa
  6. Rekomendai sistem yang baru dan kebutuhannnya untuk  desain awal
  7. Proyeksi Kebutuhan sumber daya dan biaya
     Adapun tujuan pelaporan
  1. Melaporkan bahwa analisis selesai dilakukan
  2. Meluruskan salah pengertian temuan analis yang tidak sesuai dengan kemauan manajemen
  3. Meminta pendapat dan saran manajemen
  4. Meminta persetujuan manajemen untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, atau membatalkan proyek jika tidak layak
  

Hasil akhir dari laporan analisa sistem ada 4 yaitu
  1. Ditolak karena proposal tidak layak
  2. Dipertimbangkan
  3. Modifikasi, diputuskan untuk  mmemodifikasi  proposal dengan subsistem lain
  4. Diterima dengan syarat
  5. Diterima tanpa syarat, dan proses dilanjutkan ke desain awal
DESAIN SISTEM
  • Adalah tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
  • Adalah pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional
  • Persiapan untuk rancang bangun implementasi
  • Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
  • Sistem   dibentuk dapat berupa penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemmen yang terpisah ke dalam satu kesatuan uth yang berfungsi
  • Termasuk menyangkut konfigurasi dari komponen komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem
     Dapat dibagi dalam 2 bagian 
  • Desain sistem secara umum
  • Desain sistem terinci 
     Desain sistem perlu dilakukan agar pembangunan/pengmbangan sistem sesuai blueprint yang ada sesuai dengan visi misi tujuan dan sasaran organisasi. Biasanya pengembangan sistem dilaksanakan dalam lingkup proyek. Sebelum pelaksanaan proyek pengemmbangan sistem informasi dimulai, maka proyek tersebut harus mendapatkan persetujuan dari pengamnil keputusan.

 
Penulis ada urusan sebentar, blog ini akan saya lanjutkan dalam waktu dekat

Sunday, March 8, 2020

BLOG APS MINGGUAN 3 - ANALISIS SISTEM 2

     Artikel ini adalah lanjutan dari artikel minggu lalu. Silahkan baca artikel sebelummnya jika anda belum membacanya.

Analisa Sistem

     Berikut ini merupakan Pengertian Analisa Sistem Menurut Para Ahli.
  • Menurut McLeod (2007, p74)

     Analisis sistem adalah penelitian terhadap system yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau memperbaharui sistem yang telah ada tersebut.
  • Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010, p4)

     Analisis sistem adalah proses pemahaman dan penentuan secara rinci apa yang seharusnya dicapai oleh sistem informasi.


     Berikut ini terdapat beberapa tujuan analisis sistem, terdiri atas
  1. Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan
  2. Membantu para pemngambil keputusan
  3. Mengevaluasi sistem yang telah ada
  4. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai berupa pengolahan data maupun pembuatan laporan baru

     Adapun beberapa fungsi analisis sistem yakni:

  1. Kita Dapat mengidentifikasikan berbagai macam masalah dari pemakai .
  2. Kita akan Menentukan secara jelas mengenai akan sasaran yang harus dicacat untuk dapat memenuhi kebutuhan user.
  3. Dapat memilih metode alternatif dalam akan memecahkan masalah pada sistem.
  4. Dapat merencanakan ataupun menerapkan rancangan sistem sesuai dengan apa yang diinginkan user.
Langkah-Langkah dalam Analisis Sistem

     Pada tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh seorang analis sistem, diantaranya sebagai berikut :
  • Identify (Identifikasi)

Yaitu proses yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah. Hal yang dilakukan diantaranya :
    1. Mengidentifikasikan penyebab masalah
    2. Mengidentifikasikan titik keputusan
    3. Mengidentifikasikan personil-personil kunci
  • Understand (Pahami)

     Yaitu memahami kerja dari sistem yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisa cara kerja dari sistem berjalan. Hal yang dilakukan diantaranya :
    1. Menentukan jenis penelitian
    2. Merencanakan jadwal penelitian
    3. Mengatur jadwal wawancara
    4. Mengatur jadwal observasi
    5. Membuat agenda wawancara
    6. Mengumpulkan hasil penelitian
  • Analyze (Analisa)

Yaitu melakukan analisa terhadap sistem. Hal yang dilakukan diantaranya :
    1. Menganalisis kelemahan sistem
    2. Menganalisis kebutuhan informasi bagi manajemen (pemakai)
  • Report (Laporan)

Yaitu Membuat laporan dari hasil analisis yang telah dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan dari adanya laporan tersebut diantaranya :
  1. Sebagai laporan bahwa proses analisis telah selesai dilakukan
  2. Meluruskan kesalahan-kesalahan mengenai apa yang telah ditemukan dalam proses analisis yang tidak sesuai menurut manajemen.
  3. Meminta persetujuan kepada manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya.
Tahap Pengidentifikasian Masalah
     
     Mengidentifikasi masalah adalah langkah pertama dari analisis sistem. Masalah disini dapat diartikan sebagai suatu hal yang menyebabkan tujuan/sasaran dari suatu sistem tidak terpenuhi, dan butuh solusi pemecahannya. Tugas seorang Analis Sistem dalam mengidentifikasi masalah adalah
  • Mengidentifikasi sumber/penyebab masalah 
     Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang aplikasi yang sedang dianalisisnya.sehingga dapat mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah ini. Tugas mengidentifikasi penyebab masalah dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek permasalahan yang telah diutarakan oleh manajemen atau yang telah ditemukan oleh analis sistem ditahap perencanaan sistem. 
  • Mengidentifikasi titik keputusan
     Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi. Jika sumber masalah sudah ditemukan, maka analis sistem akan menentukan titik titik keputusan yang menyebabkan masalah pada sistem. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini, dapat digunakan dokumen paperwork flow atau form flowchart bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan.
  •  Mengidentifikasi Personil-personil Kunci
     Selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci,baik yang langsung maupun yang tidak langsung berhubungan, yang dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. Identifikasi personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir dokumen perusahaan serta dokumen deskripsi kerja (job description).

 Tahap analisa terhadap sistem 
     
     Hal yang dilakukan dalam tahap analyze terhadap sistem :
  • Menganalisis Kelemahan Sistem
     Setelah mengidentifikasi masalah dan memahami kerja sistem, mulai lah analisa  kelemahan kelemahan apa saja yang terdapat dalam sistem. Kelemahan disini bisa dari bidang keamanannya, keefektivitasannya, dan lain lain. Menganalisis kelemahan sistem sebaliknya dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
  1. Mengapa suatu hal dikerjakan ?
  2. Perlukah hal  tersebut dikerjakan ?
  3. Apakah telah hal tersebut dikerjakan dengan baik ? 
  • Menganalisis kebutuhan informasi pemakai
     Yaitu menganilisis informasi dan fitur apa saja yang sebenarnya dibutuhkan oleh pemakai dalam sistem yang bersangkutan.




REFERENSI :

http://seputarpengertian.blogspot.com/2014/04/seputar-pengertian-dan-langkah-langkah-Analisa-sistem.html 
https://pengajar.co.id/analisis-sistem/
https://www.dosenpendidikan.co.id/analisis-sistem/

Sunday, March 1, 2020

BLOG APS MINGGUAN 2- Sistem Analyst

Dah baca judul kan, langsung materi aja

Pengertian System Analyst

     System Analist atau analis sistem dalam Bahasa Indonesia, adalah adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Seorang analis sistem memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan suatu perangkat lunak. Merekalah yang mengatur apa-apa saja hal yang penting dan harus ada dalam suatu perangkat lunak dengan memperhatikan permintaan dan spesifikasi dari klien, dan menjadi peranta/penghubung antara klien dan programmer nya.
    Jika terjadi ketidaksesuaian antara kebutuhan klien dengan hasil akhir dari perangkat lunak, maka sistem analis lah yang bertanggungjawab atas kesalahan tersebut. Agar menjadi  analis sistem yang baik, seorang analis sistem harus memiliki beberapa keterampilan berikut
  • Seorang sistem analis harus memiliki pengetahuan akan teknologi dan pemrograman. Oleh karena itu system analyst umumnya merupakan pribadi yang up-to-date terhadap perkembangan teknologi.
  • Seorang sistem analis mampu memahami sebuah permasalahan bisnis dari berbagai aspek dan sudut pandang.
  • Seorang sistem analis berpikir dengan sistematis dan memberikan solusi yang masuk akal terhadap permasalahan bisnis yang dihadapi perusahaan.
  • Seorang sistem analis memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan akan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan (seperti investigasi terhadap stakeholders, pemeriksaan prosedur dan dokumen-dokumen, dll.) guna mendapatkan pemahaman menyeluruh terhadap sebuah permasalahan.
  • Seorang sistem analis selalu terbuka dengan berbagai masukan dan kemungkinan guna menghasilkan opsi-opsi pemecahan masalah yang dapat memingkatkan kinerja bisnis dengan lebih baik lagi.
  • Walaupun seorang sistem analis dituntut untuk mengetahui hal-hal teknis terkait dengan solusi TI, Pada akhirnya solusi-solusi yang diberikan akan mengacu pada solusi untuk sebuah peningkatan kinerja bisnis.

Analisa Sistem

     Berikut ini merupakan Pengertian Analisa Sistem Menurut Para Ahli.
  • Menurut McLeod (2007, p74)

     Analisis sistem adalah penelitian terhadap system yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau memperbaharui sistem yang telah ada tersebut.
  • Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010, p4)

     Analisis sistem adalah proses pemahaman dan penentuan secara rinci apa yang seharusnya dicapai oleh sistem informasi.


     Berikut ini terdapat beberapa tujuan analisis sistem, terdiri atas
  1. Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan
  2. Membantu para pemngambil keputusan
  3. Mengevaluasi sistem yang telah ada
  4. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai berupa pengolahan data maupun pembuatan laporan baru

     Adapun beberapa fungsi analisis sistem yakni:

  1. Kita Dapat mengidentifikasikan berbagai macam masalah dari pemakai .
  2. Kita akan Menentukan secara jelas mengenai akan sasaran yang harus dicacat untuk dapat memenuhi kebutuhan user.
  3. Dapat memilih metode alternatif dalam akan memecahkan masalah pada sistem.
  4. Dapat merencanakan ataupun menerapkan rancangan sistem sesuai dengan apa yang diinginkan user.
     Pada tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh seorang analis sistem, diantaranya sebagai berikut :
  • Identify (Identifikasi)

Yaitu proses yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah. Hal yang dilakukan diantaranya :
    1. Mengidentifikasikan penyebab masalah
    2. Mengidentifikasikan titik keputusan
    3. Mengidentifikasikan personil-personil kunci
  • Understand (Pahami)

     Yaitu memahami kerja dari sistem yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisa cara kerja dari sistem berjalan. Hal yang dilakukan diantaranya :
    1. Menentukan jenis penelitian
    2. Merencanakan jadwal penelitian
    3. Mengatur jadwal wawancara
    4. Mengatur jadwal observasi
    5. Membuat agenda wawancara
    6. Mengumpulkan hasil penelitian
  • Analyze (Analisa)

Yaitu melakukan analisa terhadap sistem. Hal yang dilakukan diantaranya :
    1. Menganalisis kelemahan sistem
    2. Menganalisis kebutuhan informasi bagi manajemen (pemakai)
  • Report (Laporan)

Yaitu Membuat laporan dari hasil analisis yang telah dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan dari adanya laporan tersebut diantaranya :
  1. Sebagai laporan bahwa proses analisis telah selesai dilakukan
  2. Meluruskan kesalahan-kesalahan mengenai apa yang telah ditemukan dalam proses analisis yang tidak sesuai menurut manajemen.
  3. Meminta persetujuan kepada manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya.

 Software Development Life Cycle

     SDLC (Software Development Life Cycle, dalam Bahasa Indonesia Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Terdapat berbagai macam metodologi SDLC seperti Waterfall, Prototype, Spiral, RAD, Agile, dll. Dalam Artikel minggu ini saya akan membahas tentang metodologi spiral
   
- Metodologi Spiral

     Model Spiral SDLC adalah sebuat metode pengabungan antara Model Iteratif/Prototype dengan Model Waterfall dengan penekanan yang tinggi pada analisis resiko yang akan di hadapi. Model prototyping fokus pada penyajian atau presentasi kepada user dengan format input dan output kemudian perangkat lunak akan dievaluasi.
     Model waterfall fokus kepada proses pengembangan perangkat lunak yang sistematis atau berurutan. Model spiral menggabungkan keduanya. Fungsi model spiral adalah untuk melakukan perubahan, penambahan dan pengembangan perangkat lunak dengan memaksimalkan aspek kecepatan dan ketepatan berdasarkan keinginan dan kebutuhan penggunanya.
    Berikut adalah tahapan utama dalam Model Spiral yaitu :
  •  Identifikasi 
      Pada fase ini bertujuan untuk mengumpulkan kebutuhan bisnis di dasar spiral, Dalam spiral  berikutnya disebut sebagai produk deawsa. Identifikasi persyaratan sistem, persyaratan subsistem, persyaratan unit dilakukan pada fase ini. Fase ini juga mencakup komunikasi antar sistem analis dengan klien.

  • Design
       Pada fase ini dimulai dengan desain konseptual di dasar spiral dan melibatkan
desain arsitektur, desain logis dari modul, desain produk fisik dan desain akhir
dalam spiral berikutnya.

  • Konstruksi dan Pembangunan Perangkat
      Pada fase ini  mengacu produksi produk perangkat lunak yang sebenarnya di setiap spiral.

  • Evaluasi dan Analisis Risiko
      Pada fase ini  mengidentifikasi, memperkirakan dan memantau kelayakan teknis dan risiko manajemen, seperti jadwal selip dan biaya lebih. Setelah pengujian sistem, akhir dari iterasi klien akan mengevaluasi produk yang sudah dibangun dan akan memberikan feedback.
     




REFERENSI :

https://id.wikipedia.org/wiki/Analis_sistem
http://alfiansyahdimarty.blogspot.com/2018/05/profesi-analis-sistem.html
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-analisis-sistem/
https://pengajar.co.id/analisis-sistem/
https://www.dosenpendidikan.co.id/analisis-sistem/
https://id.wikipedia.org/wiki/SDLC
https://sis.binus.ac.id/2019/04/29/pengembangan-sistem-spiral-model/
http://www.sistem-informasi.xyz/2017/04/pengertian-spiral-model-sdlc.html
 

Sunday, February 16, 2020

BLOG APS MINGGUAN 1

Yaa gais jadi minggu ini saya ditugaskan dosen untuk membuat artikel mengenai klasifikasi sistem. Nah

KLASIFIKASI SISTEM

     Menurut KBBI, klasifikasi artinya penyusunan bersistem dalam kelompok atau  golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. Sedangkan pengertian sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas.
     Klasifikasi sistem adalah suatu bentuk kesatuan antara satu komponen dengan satu komponen lainnya, karena tujuan dari sistem tersebut memiliki akhir tujuan yang berbeda untuk setiap perkara atau kasus yang terjadi dalam setiap sistem tersebut.
     Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, yaitu :
1. Sistem abstrak dan sistem fisik
2. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
3. Sistem deterministik dan sistem probabilistik
4. Sistem terbuka dan sistem tertutup

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
     Sistem abstrak adalah sistem yang berupa sebuah konsep atau ide-ide dan tidak memiliki bentuk fisik. Contohnya seperti Sistem Teologi yang membahas mengenai konsep ketuhanan seperti hubungann antar tuhan dan manusia, tuhan dan alam buatannya, dll.
     Sedangkan sistem fisik adalah suatu sistem yang rupa/fisiknya memang ada dan dapat kita lihat. Contohnya seperti sistem transportasi, sistem komputer, dll.

2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan manusia
      Sistem alamiah adalah sistem yang sudah ada di alam, tercipta tanpa campur tangan manusia. Contohnya seperti sistem tata surya, sistem pergantian musim dan cuaca, dll.
      Sistem buatan manusia adalah sistem yang diciptakan oleh manusia dan sistem tersebut melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin. Contoh sistem ini adalah Sistem Komputer, Sistem Transportasi, dll.

3. Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik
     Sistem deterministik adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara pasti. Setiap interaksi dan tingkah laku dari sistem tersebut juga dapat diketahui dan diprediksi dengan jelas. Contohnya seperti Sistem Komputer
     Kebalikannya, Sistem proabilistik merupakan suatu sistem yang hasil akhir dan masa depannya tidak dapat diprediksi, karena mengandung unsur peluang/probabilitas. Contohnya seperti Sistem Prediksi Cuaca, Sistem Gacha, dll.

4. Sistem Terbuka dan Sistem tertutup
     Sistem Terbuka adalah sistem yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Contohnya adalah  Sistem Keorganisasian, Sistem Pemasaran, dll.
     Sistem tertutup adalah sistem yang hasil akhirnya tidak dapat dipengaruhi dan bekerja otomatis tanpa campur tangan dari lingkunag luarnya. Contohnya seperti rapat tertutup, reaksi kimia dalam tabung terisolir, dll.

Sekian untuk artikel minggu ini. Tengkyu dah mau baca blog saya. Laik, komen, n skirkep.

Sunday, February 9, 2020

Kontrak Kuliah 

 

KONTRAK KULIAH MATA KULIAH ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
  • Berpakaian yang rapi, tidak boleh mengenakan sandal.
  • Seluruh informasi perkuliahan diumumkan lewat motifuntan.weebly.com
  • Keterlambatan maksimal 15 menit
  • Tidak hadir dengan alasan sakit, harus menyertakan surat keterangan dokter. Tidak hadir karena perjalanan dinas, urusan keluarga harus menyerahkan surat izin yang dibuat oleh mahasiswa bersangkutan, ditanda tangani oleh KAPRODI dan menyertakan bukti surat perjalanan dari kantor
  • Minimal kehadiran yaitu 75% dari total seluruh tatap muka. TIDAK ADA TOLERANSI PENAMBAHAN KEHADIRAN
  • MENCONTEK / PLAGIARISME DARI SUMBER MANAPUN, NILAI UTS DAN UAS = E
  • HANYA KETUA KELAS yang diizinkan menghubungi dosen pengampu melalui email / whatsapp dengan alasan apapun. 

BOBOT PENILAIAN
  • Bobot Penilaian : 10% Absensi, 30% tugas, 30% UTS, 30% UAS
  • TIDAK ADA TOLERANSI 
  • BAGI YANG MELANGGAR KONTRAK KULIAH = E

KONTRAK TUGAS

TUGAS MINGGUAN: DIKERJAKAN SETIAP MINGGU DALAM BENTUK
ARTIKEL BLOG. POINT YANG DIBERIKAN YAITU <50 APABILA :

  • PLAGIARISME TANPA PENGUBAHAN ARTIKEL YANG DIKUTIP
  • HANYA MENGAMBIL SATU SUMBER DENGAN ATAU TANPA KUTIPAN SERTA TANPA PROSES PENYUNTINGAN ATAU PROSES PENYUNTINGAN KURANG DARI 60% DARI ARTIKEL SUMBER
  • TIDAK MEMILIKI RESUME DAN HASIL PEMIKIRAN PRIBADI. ATAU HASIL PEMIKIRAN YANG DIDAPATI MERUPAKAN HASIL PEMIKIRAN ORANG LAIN YANG DITULIS KEMBALI.
  • TUGAS TERSTRUKTUR: TUGAS BERKELOMPOK UNTUK MENGERJAKAN SUATU PROJECT PERANCANGAN BASIS DATA DALAM BENTUK DOKUMEN







                                                                                                   Tertanda, Saya
                                                                                          Pontianak, 9 Februari 2020






                                                   


                                                                                              Raihan Mar'ie Akhmadin